Sebagai peserta rapat, perlu persiapan matang. Pahami
sasaran rapat dengan membaca agenda serta notulen rapat sebelumnya.
Pertimbangkan peran yang harus diambil
dan kontribusi yang bisa diberikan, lalu persiapkan.
UNTUK DIINGAT
- Mempelajari latar belakang perlu untuk memberi kontribusi.
- Menghubungi peserta lain sebelum rapat, bisa cairkan kekakuan dan lancarkan pertukaran informasi.
- Pertentangan pribadi di antara peserta harus disadari.
- Untuk masalh besar, mungkin perlu mencari dukungan sebelum rapat.
- Pandangan peserta bisa diketahui sebelum rapat.
MENGUMPULKAN INFORMASI
Lakukan
penelitian mengenai masalah tersebut sebelum rapat untuk bisa memberi
kontribusi yang baik. Kumpulkan data baru, misalnya dengan berbicara dengan
kolega dan para pakar, atau membaca publikasi dan laporan penelitian, atau
membaca catatan lama, notulen rapat, atau catatan perusahaan. Persiapan harus
termasuk mempelajari para peserta lain persiapan yang matang akan memungkinkan
kita mengambil pendekatan yang tepat untuk mencapai tujuan.
MENGENALI OPOSISI
Sebelum
rapat, cari tahu pendapat peserta lain mengenai topik dalam agenda, kepentingan
mereka, dan apa adanya yang punya wewenang cukup besar untuk bisa pengaruhi
hasil rapat. Jika pandangan kita akan menghadapi tantangan besar, kenali lawan
kita dan rundingkan kompromi terlebih dahulu, sehingga tak ada pihak yang
kehilangan muka. Penting untuk memahami pandangan lawan untuk bisa
mengalahkannya. Boleh saja gagal melawan, tapi jangan sampai buntu.
MEMPERSIAPKAN NEGOSIASI
Negosiasi
adalah tawar menawar antara dua pihak yang masing-masing memiliki sesuatu yang
diinginkan pihak lain. Obyeknya mungkin tidak nyata, berupa dukungan bagi satu
proyek, atau bantuan dalam menjalankan tugas. Dalam negosiasi, bawalah tujuan
yang tegas ke meja perundingan – berikut strategi untuk mencapainya. Strategi
anda haruslah mencakup bantahan dan apa saja yang bisa dikompromikan. Untuk
menjadi seorang negosiator, kita harus tanggap akan kebutuhan dan referensi
pihak lain. Dengan mendengarkan pendapat orang lain kita bisa temukan titik
temu atau kelemahan mereka yang dapat digunakan dalam negoisasi. Ingat setelah
menyampaikan pandangan dan tuntunan masing-masing, kedua pihak harus bersedia
melakukan kompromi agar tercapai persetujuan yang diterima semua pihak.
Sumber :
Hindle,Tim. (2001). Managing
Meetings. Diterjemahkan oleh : P. Boentaran, Husni Kamil. Jakarta. Dian Rakyat.
Oleh :
Rendy Robbani (087765501555)
0 comments:
Post a Comment