Seorang pimpinan
rapat hendaknya dapat mengendalikan rapat dan pandai mengajukan
pertanyaan-pertanyaan kepada peserta rapat. Dalam hal ini pimpinan harus
menguasai teknik bertanya.
Teknik bertanya
akan berhasil bila pertanyaan dari peserta rapat mempunyai nilai tambah dan
berisi ide-ide yang berguna.
Pada dasarnya
ada 4 teknik bertanya :
Pertanyaan langsung ( direct question )
Yaitu pertanyaan yang ditujukan langsung pada seorang peserta rapat. Pertanyaan ini dapat diajukan bila pimpinan mengetahui bahwa orang yang ditunjuk dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Pertanyaan tidak langsung ( overhead question )
Yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada semua peserta, dimana pimpinan menebar pandangannya ke segala penjuru.
Pertanyaan mengembalikan ( reverse question )
Pertanyaan yang diajukan kepada seorang peserta yang mengajukan pertanyaan tersebut.
Pertanyaan dilemparkan ( Relay question )
Pertanyaan yang diajukan kepada seseorang atau sekelompok orang dimana pimpinan mengharapkan jawaban dari pertanyaan yang telah diajukan sebelumnya.
Tujuan dari
pelemparan kembali pertanyaan adalah :
- Untuk merangsang diskusi dalam rapat.
- Membahas masalah secara lebih terperinci dan terbuka.
- Menuju ke arah kesepakatan bersama.
Menurut kacamata
hasilnya rapat dibagi dua macam:
1. Bersifat
mengikat :
- Kongres Suatu rapat yang diadakan oleh orang-orang tertentu.
- Musyawarah untuk memutuskan sesuatu yang hasilnya mengikat peserta rapat Muktamar .
- Konferensi
- Rapat Suatu rapat yang diadakan oleh suatu organisasi
- Musyawarah kerja membicarakan masalah-masalah program kerja. Konferensi kerja yang sudah dilaksanakan dan menentukan langkah lanjutan
- Perundingan : suatu rapat yang membicarakan secara mendalam
2. Bersifat
tidak mengikat:
DEBAT : Diskusi
yang dilakukan secara mendetail tentang suatu masalah. Contoh : perbedaan
pendapat tentang kasus Ambon
POLEMIK :
Diskusi yang dilakukan tentang hal bertentangan dan biasanya dilakukan secara
tertulis. Contoh : Polemik tentang pealarangn siswa ber-Jilbab di SMK Negeri 3
Denpasar.
DISKUSI PANEL :
Suatu diskusi yang dilakukan oleh beberapa orang dan diikuti oleh sejumlah
masa. Yang dibahas tentang sesuatu topik,
pembahasannya dari berbagai aspek. Contoh : Diskusi panel tentang
pengembangan universitas. Dapat ditinjau dari segi kemahasiswaan. Pendidikan
dan pengabdian masyarakat.
SIMPOSIUM : Sama
dengan diskusi panel tapi jangkauannya lebih luas.
Tidak mengambil
keputusan tapi mengumpulkan pandangan-pandangan,
Bersifat lebih
formal . Contoh : Simposium prospek ekonomi Indonesia tahun 2003.
TEMU KARYA :
Forum tukar pengalaman tentang hal-hal yang bersifat teknis. Contoh: temu karya
pengembangan ternak sapi.
SEMINAR : Suatu
diskusi membicarakan suatu masalah secara alamiah didampingi ahli. Contoh :
Seminar Guru dengan tema “Meningkatkan Peranan Guru Untuk Menyongsong Otonomi
Daerah”.
LOKA KARYA :
Suatu diskusi yang diadakan oleh sejumlah orang yang memiliki keahlian tertentu
(bergerak dibidang tertentu) dengan maksud dan tujuan untuk menyempurnakan
konsep/sistem yang ada. Contoh : Lokakarya sistem pendidikan di SMK
SARASEHAN :
Suatu forum terbuka untuk menyampaikan perasaan/unek-unek. Contoh Sarasehan
Seniman Samarinda tentang pemasungan kreatifitas.
TEMU WICARA :
Forum tempat menyalurkan ide-ide, unek-unek, usul biasanya dengan pejabat.
Contoh : Temu Wicara petani dengan Ibu Megawati.
PENATARAN :
Kegiatan pendidikan dalam rangka menyempurnakan/ meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan. Contoh : penataran pengurus OSIS Se Samarinda.
PENLOK
(Penataran Lokakarya) : Kegiatan Pendidikan dalam rangka meningkatkan
pengetahuan sambil menyempurnakan konsep pengetahuan yang bersifat teknis.
Windra
Prianggono
085733361494
0 comments:
Post a Comment