a) Buka
rapat secara resmi.
Ketika waktu yang dijadwalkan sudah tiba dan semua peserta
(atau setidaknya semua peserta yang penting) hadir, mintalah perhatian semua
orang dalam ruangan. Perkenalkan diri Anda sebagai pemimpin dan apa tujuan
rapat tersebut. Tetapkan kerangka waktu dengan menginformasikan waktu
berakhirnya rapat yang Anda rencanakan – Anda bisa saja mengadakan rapat yang
panjang atau pendek, tetapi menyatakan batasan waktu sebelumnya akan membantu
supaya rapat berjalan tepat waktu. Bila beberapa peserta tidak mengenal satu
sama lain, sisihkan waktu untuk membacakan nama-nama peserta secara singkat dan
perkenalkan para peserta yang penting.
b) Berikan
ringkasan yang relevan dari rapat-rapat sebelumnya.
Pada permulaan rapat yang merupakan bagian dari proyek
panjang yang sedang berjalan, Anda perlu memberikan informasi singkat mengenai
proyek tersebut dengan memberi ringkasan cepat dari peristiwa atau keputusan
rapat sebelumnya. Tidak semua peserta mengetahui topik diskusi sebanyak Anda,
jadi langkah ini dapat bermanfaat untuk menjadikan rapat tersebut efektif dan
efisien.
·
Daripada meringkas hasil rapat
sebelumnya sendiri, Anda mungkin perlu meminta sekretaris rapat atau petugas
resmi yang menyimpan catatan untuk membaca notula rapat sebelumnya untuk
memberi kesan formal pada ringkasan tersebut.
·
Anda juga perlu
mempertimbangkan untuk membaca korespondensi atau komunikasi penting yang
terjadi setelah rapat sebelumnya.
·
Perlu dicatat bahwa bila Anda
menyediakan salinan notula/korespondensi pada peserta, membacakannya mungkin
tidak diperlukan.
c) Persilakan
para peserta penting untuk melaporkan keadaan secara umum.
Selanjutnya,
persilakan orang-orang dengan pengetahuan yang relevan untuk menginformasikan
perkembangan baru yang terjadi sejak rapat terakhir. Ini bisa apa saja –
misalnya, masalah baru yang dihadapi bisnis atau organisasi, perubahan
personel, perkembangan proyek, dan perubahan strategi yang semuanya bisa
dibahas di sini. Peserta rapat juga ingin mendengar tentang hasil dari tindakan
spesifik yang diambil sebagai keputusan rapat sebelumnya.
d) Selesaikan semua urusan yang belum selesai.
Jika ada masalah yang belum terselesaikan dan
keputusan yang belum diambil dari rapat terakhir, upayakan untuk
menyelesaikannya sebelum membahas masalah baru. Semakin lama masalah sebelumnya
itu ditunda, semakin berkurang para peserta yang ingin bertanggung jawab untuk
masalah itu, jadi cobalah menetapkan dan menyelesaikan semua urusan yang belum
terselesaikan selama rapat berlangsung. Biasanya, urusan yang belum selesai
ditandai secara spesifik sebagai "belum diputuskan" atau
"diajukan untuk diskusi selanjutnya " dalam notula rapat sebelumnya.
·
Tergantung pada
budaya dan peraturan di mana Anda bekerja, bisnis atau organisasi Anda mungkin
memiliki prosedur spesifik untuk membuat keputusan – misalnya, peserta rapat
mungkin hanya perlu mencapai konsensus mayoritas, atau mungkin satu kelompok
yang terdiri dari orang-orang level atas ditugaskan untuk membuat semua
pengambilan keputusan.
·
Perlu diingat
bahwa beberapa hal terlalu besar untuk diselesaikan selama rapat. Anda tidak
perlu memikirkan progres proyek jangka panjang yang belum selesai. Namun, Anda
harus mengangkat keputusan atau proyek yang memerlukan tindakan saat ini.
e) Bahas
urusan baru.
Selanjutnya,
munculkan semua masalah, keprihatinan, dan persoalan baru yang perlu
didiskusikan. Ini merupakan hal-hal yang secara alami berasal dari perkembangan
yang terjadi antara rapat sebelumnya dan saat ini. Cobalah memperoleh keputusan
yang konkret dan pasti dari para peserta – semakin banyak hal yang Anda biarkan
tanpa keputusan, semakin banyak masalah belum selesai yang akan Anda bawa pada
rapat selanjutnya.
f) Bacakan
kesimpulan rapat.
Setelah Anda menyelesaikan semua masalah lama dan yang saat
ini, sisihkan waktu membaca kesimpulan rapat untuk semua orang yang hadir.
Sebutkan satu per satu semua keputusan yang telah dibuat, dan bila perlu,
deskripsikan tindakan spesifik yang diharapkan akan diambil para peserta
sebelum rapat selanjutnya.
·
Langkah ini sangat krusial –
ini merupakan kesempatan terakhir Anda untuk memastikan bahwa semua orang
meninggalkan rapat dengan mengetahui secara persis di mana posisi proyek
tersebut dan apa yang diharapkan dari mereka
g) Akhiri
dengan memaparkan dasar-dasar untuk rapat selanjutnya.
Akhirnya, sampaikan apa yang akan dibahas dalam rapat
selanjutnya dan, bila Anda sudah mulai merencanakannya, katakan kapan dan di
mana rapat tersebut akan diselenggarakan. Ini membantu para peserta memunculkan
rasa kesinambungan dari satu proyek atau keputusan penting menuju yang
berikutnya dan memberi mereka kerangka waktu untuk melanjutkan atau
menyelesaikan tugas yang diberikan pada mereka.
·
Perlu dicatat bahwa Anda tidak
harus merencanakan rapat lain jika Anda sudah membahas semua masalah lama dan
baru pada rapat saat ini. Namun, bila ada cukup banyak masalah belum selesai
yang memerlukan diskusi lanjutan atau bila Anda ingin melihat perkembangan
proyek tertentu, rapat lain mungkin ide yang bagus.
Yunan
Rifaldi
089505578382
0 comments:
Post a Comment