Prosedur Formal
Rapat
Prosedur formal memberikan kerangka
siap pakai untuk menjalankan rapat. Prosedur ini membantu rapat mencapai tujuan
dengan menentukan aturan mainny. Gunakan dengan benar, maka tidaklah sulit
mengendalikan rapat apapun.
Membuka Rapat Formal
Sebelum
membuka rapat formal, pastikan bahwa syarat-syarat berikut telah di penuhi :
- Pemberitahuan lengkap telah diberikan kepada semua peserta.
- Qourum (jumlah minimum orang yang diperlukan) telah terpenuhi .
- Pemimpin dan quorum ada di tempat sbelum waktu rapat dijadwalkan.
Jika salah satu dari syarat ini tidak
terpenuhi, kita bisa menangguhkan rapat ke waktu dan tempat yang lain, atau
menundanya beberapa saat jikamdikabarkan peserta yang belum ada akan segera
tiba. Jika semua kriteria telah terpenuhi, mulailah rapat dengan meminta
perhatian setiap orang, berikan sambutan formal, lalu mulai dengan agenda
rapat.
Menerima Notulen
Meminta penerimaan notulen rapat yang lalu adalah
tahap awal rapat formal berkala. Umumnya proses ini cepat, setiap orang
mengakui kalau semua keputusan telah dicatat dengan akurat. Mintalah peserta
mengacungkan tangan untuk tanda setuju . Notulen sebagai catatan resmi rapat
tidak ada nilainya jika ada yang mengatakan bahwa kejadian sebenarnya tidak
demikian.
Menangani Masalah
Sebagai seorang pemimpin rapat, salah satu tugas Anda
adalahmenangani masalah bisnis rutin, misalnya mengawasi penunjukan auditorluar
dalam RUT, mengulas laporan gugus tugas. Sampaikan setiap masalah rutin dalam
secepat mungkin sebelum pindah ke masalah brikutnya. Catat setiap keputusan
untuk dicatat dalam notulen rapat, kemudian lanjutkan dengan masalah non-rutin,
yang menjadi pokok dari rapat.
Mengajukan Usulan
Dalam rapat formal , tangani masalah non-rutin dengan
usulan untuk melakukan sesuatu, pastikan semua usulan dibuat secara tertulis
jauh sebelum rapat dimulai. Pastikan
usulan telah diajukan dan dapat dukungan sebelum rapat dimulai.pastikan usulan
telah diajukan dan dapat dukungan sebelum rapat dimulai (agar waktu tidak
terbuang untuk membahas masalah yang tidak mendapat dukungan) dan tertulis
secara jelas dan ringkas dalam agenda.
Menangani Usulan
Tangani usulan sesuai urutan agenda, kemukaan setiap
usulan dan buka diskusi mengenai hal tersebut. Sebagai pemimpin rapat, kita
perlu mengendalikan jalannya rapat secara ketat, arahkan setiap perdebatan dan
dorong semua peserta untuk berpatisipasi.setelah usulan diperdebatkan, kita harus
mengadakan voting untuk mencapai kesepakatan mengenai tindakan yang harus
diambil. Ketentuan suara mayoritas berbeda-beda menurut situasi dan kondisi.
Menyampaikan Resolusi / Penyelesaian
Pengambilan suara atas usulan menghasilkan resolusi
kesepakatan tertulismengenai langskah apa yang akan diambil. Sebagai pemimpin
rapat, ambil suara dengan meminta peserta mengangkat tangan untuk setiap
usulan.jika tidak ada keberatan, setujui usulan dan catat sebagai resolusi.
Resolusi hanya bisa dibatalkan dengan pengajuan mosi tanding rapat berikutnya.
Jika hasilnya seimbang perlu diadakan voting penutup, minta surat suara yang
dimasukkan kekotak suara dan hitung pada pada akhir rapat. Jika tak tercapai
kesepakatan, ubah mosi dan diskusikan lagi.
Menutup Rapat Formal
Sebelum rapat ditutup secara formal, perlu diusulkan
dulu penutuannya. Lakukan voting untuk mengetahui peserta mana yang ingin
memperpanjang rapat guna melanjutkan pembicaraan (misalnya, karena mereka tidak
menerina salah satu keputusan rapat). Sebagai pemimpin rapat, kita memiliki
wewenang pemimpin untuk menentukan berapa lama pembicaraan dapat dilanjutkan
atau tidak.
Sumber :
Hindle,Tim. (2001). Managing Meetings. Diterjemahkan oleh :
P. Boentaran, Husni Kamil. Jakarta. Dian Rakyat.
Oleh : Ibnatul Kariimah N
W (+6283853518081)
Kaliwatu Rafting (klik disini)
0 comments:
Post a Comment