Rapat informal beragam bentknya dan
bisa menjadi forum diskusi yang baik. Tanpa rencanaatau direncanakan secara
informal, seperti pembicaraan lisan, gunakan kesempatan ini untuk menyelesaikan
masalah tanpa berbelit.
Memilih Tempat
Walaupun
tak resmi, rapat informal juga perlu tempat yang mendukung. Pembicaraan sukar
berhasil jika para peserta merasa tidak nyaman, atau jika harus membicarakan
masalah rahasia dalam kantor dengan tata ruang terbuka. Pilih lingkungan yang
tepat agar hasil sesuai dengan harapan.
Rapat Dadakan
Pertemuan
yang tidak direncanakan jauh harisebelumnya, dinamakan rapat dadakan. Raat ini
cocok mendiskusikan masalah secara terbuka dan cepat tanpa dihambat oleh
kehadiran banyak orang. Manfaatkanlah untuk menyelesaikan masalah ringan dengan
melibatkan maksimum tiga atau empat orang. Atau gunakan untuk menyampaikan
berita mendesak diantara rekan kerja , rapat mendadak ditandai dengan bahasa
tak resmi dan bahasa tubuh yang santai. Buat suasana informal yang akan
memudahkan kita melihat reaksi pihak-pihak lain. Perhatikan wajah mereka,
karena biasanya mencerminkan perasaan mereka sebenarnya.
Rapat Informal Kecil
Berguna
untuk diskusi, memecahkan masalah, dan menyamaikan umpan balik, rapat informal
kecil, tidak seperti rapat dadakan, tetapi
direncanakan ; oleh karena itu peserta bisa membuat persiapan. Meskipun
hanya dihadiri oleh dua tiga orang saja, tujuan dan batas watu harus tetap
diingat, kendalikan rapat dengan bijak, dan biarkan pokok masalah berkembang
sejalan sambil membiarkan terjadinya diskusi terbuka di antara peserta. Dorong
hal ini dengan menjaga kontak mata – bahsasa tubuh yang paling ekspresif dengan
mereka.
Mendiskusikan masalah
( Dalam memimpin diskusi,
lakukan kontak mata positif dagar bisa tetap mengendalikan rapat )
Sesi Penggalian Ide
Gunakan
sesi penggalian ide informal untuk mendapatkan ide – ide baru. Untuk hasil
terbaik, jelaskan tujuan dan batas waktu rapat terlebih dahulu agar peserta
dapat mempersiapkan diri. Sesi penggalian ide palingefektif bila diikuti oleh
sejumlah kecil orang dengan pendekatan dan keahlian yang bebeda, maka minta
kontribusi setiap peserta. Jangan mengkritik orang atau menghakimi ide yang
muncul dalam rapat, karena bisa menghalangi munculnya usulan baru, dan nilai
kelayakannya setelah rapat.
Sumber :
Hindle,Tim. (2001). Managing Meetings. Diterjemahkan oleh : P.
Boentaran, Husni Kamil. Jakarta. Dian Rakyat.
Oleh : Ibnatul Kariimah N
W (+6283853518081)
Tips Indonesia (klik disini)
0 comments:
Post a Comment