Masalah ketetiban bisa timbul karena
pelanggaran prosedur, konflik kepentingan atau pelanggaran yang disengaja.
Sebagai pimpinan, pastikan kalau rapat dijalankan dengan tertib ; kembalikan
ketenangan jika emosi meningkat
Memahami batas
Sifat
rapat menentukan batas atau lingkup wewenang pemimpinnya serta prosedur yang
bisa dipakai untuk menjagaketertiban. Ada dua tipe rapat; pribadi dan publik.
Rapat pribadi dihadiri oleh anggota tertentu oleh suatu anggota organisani; seperti
satu bagian. Peraturan internmenentukan batas wewenang pimpinan rapat. Rapat
publik terbuka bagi setiap orang. Jika diadakan di tempat umu, rapat tunduk
pada peraturan atau undang – undang hukum setempat. Namun bila diadakan di
tempat pribadi, rapat diikat oleh aturan yang dibuat oleh penyelenggara.
Menangani Pelanggaran
(Pelanggaran terjadi jika prosedur
rapat formal dilanggar. Berbicara bukan pada gilirannya merupakan pelanggaran.
Jika terjadi, hentikan perdebatan tatap si pembicara dan minta mereka berbagi
pikiran. Jika mereka tetap tidak diam terapkan ketentuan kedisiplinan, yang
terakhir adalah keluarkan mereka.)
Meredakan Perdebatan
Saat perdebatan memanas,
masalah pribadi bisa dijadikan senjata, yangb bisa memperuncing pertentangan. Reedakan
perdebatan dengan mengalihkanpembicaraan dari masalah pribadi ke masalah pokok.
Tengahi untuk menjelaskan kesalahpahama, misalnya dengan mengatakan : Saya
yakin tidak bermaksud begitu.
Mencegah ekacauan
Jika
rapat kacau, masalah harus ditangani dengan cepatagarrapat dapat dilanjutkan.
Sifat rapat menentukan cara yang paling cocok untuk memulihkan keadaan . tidak
sulit mengontrol rapat kecil informal. Jika rapat kacau, kita bisa terapkan
prosedur disipliner, tangguhkan sampai ketertiban pulih atau keluarkan pengacau
jika keterlaluan. Namun sangat sulit memulihakan ketertiban suatu rapat besar,
apalagi jika kekacauan memang direncanakan. Sejak awal kendalikan dengan tegas
untuk menegakkan.
Untuk diingat
·
Peraturan
yang berlaku dalam rapat berbeda menrut lokasi dan peserta rapatnya.
·
Perilaku
tertentu dalam rapat, seperti mengumpat, mungkin melanggar hukum kriminal atau
tata tertib rapat itu sendiri.
·
Prosedur
legal dapat digunakan untuk menghambat atau melancarkan rapat.
·
Peraturan
hanya berlaku efektif dijalankan dengan semestinya dan ditaati secara
konsisten.
Memakai jalur hukum
Prosedurhukum
bisa untuk mengontrol atau mengarahkan
rapat. Prosedur ini cerminan kekuasaan hukum pemimpin rapat. Kita harus pahami
kekuasaan hukum kita untuk memimpin rapat dengan efektif. Kekuatan kita dalam
voting sangat penting, maka tanyakan hak kita kepada penasihat hukum. Jika
perdebatan sengit mulai keluar kontrol, kit bisa memaksa pengambilan keputusan
dengan voting. Sebagai pemimpin, kita punya suara kedua atau penentu untuk
mengatasi kebuntuan. Prosedur hukum dapat digunakan untuk mengatur sikap
peserta dalam rapat. Jika perlu lembagakan peraturan menutup rapat.
Menangguhkan Rapat
Jika
ketidaktertiban peserrta rapat membuat ia dikeluarkan dan kemudian jumlah
peserta tidak lagi memenuhi quorum, rapat
bisa di tangguhkan. Ada aturan khusus yang dapat digunakan untuk meminta
agar rapat ditunda karena masalah perselisihan atau timbulnya kekacauan. Namun
demikian, kita boleh pertimbangan lamanya penundaan. Rapatdapat ditunda untuk
waktu singkat, misalnya setengah jam untuk mendinginkan suasana. Jika kekacauan
cukup serius, rapat dapat ditangguhkan untuk waktu tidak tertentu. Dalam kasus
ini, tidak ditentukan waktu dan tempat rapat lanjutannya.
Sumber :
Hindle,Tim. (2001). Managing Meetings. Diterjemahkan oleh :
P. Boentaran, Husni Kamil. Jakarta. Dian Rakyat.
Oleh : Ibnatul Kariimah N
W (+6283853518081)
Rafting Kasembon Malang (klik disini)


0 comments:
Post a Comment